Beranda » Blog » Mainan Edukasi Bisa Meningkatkan Kreativitas Anak

Mainan Edukasi Bisa Meningkatkan Kreativitas Anak

Diposting pada 26 May 2021 oleh permainanedukasi / Dilihat: 113 kali

Mainan Edukasi Bisa Meningkatkan Kreativitas Anak

Mainan Edukasi Bisa Meningkatkan Kreativitas Anak – Kali ini kami membuat judul artikel yang sedikit berbeda, agar dikalangan masyarakat akan mengerti apa pentingnya bermaian bagi anak – anak .Menjadi orang tua dari seorang anak kecil memang susah-susah gampang. Anak sangat bergantung pada orang tuas sebab teman  pertama yang mereka miliki adalah orang tua itu sendiri. Sebagai orang tua harus tahu cara menjadi pendidik yang baik untuk anak sebab anak dilahirkan dengan pikiran yang kosong dan hanya dibekali oleh refleks. Otak anak harus diisi dengan hal-hal yang baik dan mengedukasi agar ke depannya, anak bisa mengambil pembelajaran yang baik dan mempraktikkannya.Usia anak-anak adalah usia pengenalan pada apa saja yang ada di dunia sedangkan Anda sebagai orang tua adalah yang wajib mengenalkannya dengan cara yang baik dan benar sehingga mudah dipahami oleh anak-anak Anda. Salah satu cara belajar yang sederhana dan mudah dipahami adalah dengan bermain dengan menggunakan mainan edukasi.

Ya, bermain adalah cara yang tepat bagi anak untuk belajar. Bermain dapat membuat anak mengembangkan pemikiran-pemikiran sederhananya menjadi pemikiran yang lebih kreatif dan juga lebih inovatif. Anak bisa belajar dari hal kecil dan dengan dukungan orang tua sebagai pendidik dapat membuat anak berpikir hal yang besar dan menakjubkan.Ada beberapa hal yang bisa Anda simak mengenai manfaat bermain untuk perkembangan anak ini. Dari mulai manfaat, pilihan  cara bermain yang bisa Anda gunakan, dan juga bagaimana cara mendapatkan permainan, semuanya akan dibahas di bawah ini. Baca selengkapnya untuk referensi belajar anak yang dapat orang tua lakukan:

Manfaat Bermain untuk Perkembangan Anak

Bermain yang benar bagi anak-anak memberikan manfaat yang sangat besar. Permainan dapat membantu mereka untuk melihat dunia menjadi lebih mudah dan lebih menyenangkan. Untuk manfaat bermain untuk anak yang secara spesifik bisa dibagi menjadi 5 poin. Apa saja itu? Berikut penjelasannya:

  1. Perkembangan Bahasa, anak akan mengenal banyak bahasa atau kosa kata baru dari bermain.
  2. Perkembangan Moral dan Emosional, anak akan belajar bagaimana harus bersikap seperti sebagai pemimpin, berkata jujur, menerima kekalahan dan lainnya.
  3. Perkembangan Sosial, anak akan belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain dengan baik dan benar.
  4. Perkembangan Fisik, yang bisa didapatkan dari berbagai kegiatan yang melibatkan otot-otot sehingga anak menjadi lebih sehat, perkembangan motorik halus dan kasar juga berkembang dengan baik.
  5. Perkembangan Kognitif, anak bisa mengetahui berbagai konsep untuk mengembangkan intelektualnya seperti warna, bahasa, matematika, dan lain sebagainya.

Jenis Bermain untuk Meningkatkan Perkembangan Anak

Sudah tahu banyak sekali manfaat yang bisa anak rasakan dengan bermain. Namun, seperti yang telah sedikit disinggung di atas bahwa permainan harus dilakukan dengan benar agar anak dapat mengambil manfaat dari sana. Ada beberapa jenis permainan anak yang sapat Anda manfaatkan untuk mengajarinya agar tidak bosan dengan permainan yang itu-itu saja.

  1. Bermain Kreatif

Yang pertama adalah bermain kreatif. Bermain kreatif adalah kegiatan bermain yang mana akan memberikan suatu kesempatan bagi Anak untuk melakukan eksplorasi, kreasi, dan juga mengekspresikan perasannya. Permainan ini dapat dilakukan baik menggunakan alat bantu atau juga bisa tanpa alat bantu. Bermain kreatif dilakukan secara interaktif, kreatif, dan juga terintegrasi sehingga membuat anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Dengan bermain kreatif ini, anak dapat mendapat kesempatan untuk mengembangkan semua imajinasinya dan mulai menggali bakat dan minat sang anak. Dengan ini, anak bukan hanya dapat mengeksplorasi dirinya sendiri akan tetapi memberikan kepuasan yang luar biasa sebab bisa menuangkan apa yang mereka pikirkan.

Biasanya bermain aktif membutuhkan figur dari seorang guru yang bisa dilakukan oleh orang tua. Sebagai orang tua sebaiknya dapat mendampingi permainan ini namun tidak perli membatasi apa yang mereka ingin lakukan. Bermain kreatif dapat diklasifikasikan dalam poin-poin berikut ini:

  1. Kreasi Terhadap Objek

Bermain kreatif yang satu ini biasa menggunakan alat bantu yang menjadi suatu objek belajar anak yang bisa dikreasikan oleh dia sendiri menjadi apa pun sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Contohnya adalah anak dapat menyusun berbagai mainan edukasi balok yang berbentuk potongan-potongan bangun atau juga puzzle dan bisa disusun menjadi bentuk yang lain.

  1. Cerita Bersambung

Permainan cerita sambung memerlukan orang tua atau pendidik lain. Pendidikan memberikan sebuah stimulasi dengan menceritakan suatu hal dari awal dan anak bisa bebas melanjutkan cerita yang telah diberikan oleh Anda. Anak akan meneruskan cerita yang diberikan bebas sesuai dengan apa yang mereka pikirkan sehingga cerita akan seusai dengan alur mereka.

  1. Permainan Drama Kreatif : Selanjutnya ada permainan drama kreatif yang akan menuntut anak untuk menjadi apa yang mereka suka. Anda sebagai orang tua sekaligus pendidik bisa membuat suatu cerita yang dipraktikkan anak. Tidak perlu yang rumit, sederhana saja. Anda bisa mengajarkan anak mengenal hewan dengan berekspresi menjadi hewan, menirukan tingkah laku suatu tokoh kartun, atau yang lainnya.
  2. Gerakan Kreatif : Gerakan kreatif ini menuntut anak untuk menggunakan otot-otot besar mereka untuk bermain dan menciptakan suatu kreativitas tanpa batas sesuai dengan apa yang mereka mau. Biasanya gerakan kreatif ini dilakukan dengan media yang bisa dibentuk dengan tangan kecilnya seperti menggunakan plastisin, pasir yang bisa dibentuk, atau tanah liat.
  3. Pertanyaan Kreatif : Anda sebagai orang tua dapat memberikan pertanyaan kreatif. Apa itu pertanyaan kreatif itu? Pertanyaan kreatif adalah suatu pertanyaan yang jawabannya sangat beragam. Cari lah pertanyaan dengan jawaban beragam yang sederhana seperti “hewan apa yang berwarna putih?” maka anak akan memikirkan hewan apa saja seperti kelinci, domba, sapi, dan lainnya.
  4. Bermain Aktif : Bermain aktif adalah bermain yang melibatkan aktivitas tubuh yang mana memerlukan gerakan tubuh mereka untuk bisa menyalurkan kesenangan dan juga mendapatkan materi yang edukatif tersirat di dalamnya. Bermain aktif pada umumnya dilakukan bersama teman sehingga peran orang tua sudah mulai agak dikurangi akan tetapi tetap harus dilakukan pengawasan.

Namun, bermain aktif ini banyak dipengaruhi beberapa hal seperti kesehatan anak, lingkungan, tingkat kecerdasan, jenis kelamin, dan juga pemilihan permainan yang tepat dan sesuai dengan usia mereka. Ada beberapa jenis bermain aktif yang perlu Anda perhatikan pula, yaitu:

  1. Bermain Spontan :Bermain spontan adalah bermain yang bebas dilakukan oleh anak-anak menggunakan apa saja yang ada di sekitarnya tanpa harus ada aturan-aturan tertentu. Misalnya saja bagi anak-anak perempuan pada di suatu tempat ada stik es krim dan juga mangkok bekas. Ia secara spontan akan memainkan mangkok bekas sebagai alat makan dan stik es krim seolah menjadi sendok.
  2. Bermain Drama : Bermain drama juga sering kali dilakukan oleh anak. Bermain drama sering kali dilakukan dari apa yang pernah mereka lihat. Anak bisa seolah-olah menjadi seorang koki, menjadi seorang ibu yang menimang anaknya, menjadi seorang guru, dan apa pun yang sebelumnya pernah ia lihat dan diekspresikan bebas dengan gayanya.
  3. Bermain Konstruktif : Bermain konstruktif adalah bermain yang melibatkan suatu objek yang bisa dikreasikan seperti dengan melipat, menggunting, dan lain sebagainya.
  4. Mengumpulkan atau Mengoleksi Benda :Anak juga sering kali mengumpulkan atau mengoleksi benda yang menarik perhatiannya tanpa tahu apa kegunaannya seperti koleksi kartu bergambar anak atau yang lainnya.
  5. Permainan yang Memiliki Kesepakatan dan Olahraga : Dan yang terakhir adalah permainan yang memiliki kesepakatan dan juga olahraga. Anak akan secara aktif melibatkan fisik, otak, dan juga perasaan secara bersamaan bersama orang lain seperti teman atau orang tua.
  6. Bermain Pasif : Bermain tidak hanya bisa dilakukan bersama orang tua atau dengan teman sebaya. Bermain juga bisa dilakukan sendiri dan anak pun bisa mengambil sebuah pelajaran dari permainan tersebut. Sebenarnya sendiri bukan lah keadaannya sedang sendiri akan tetapi permainan dan pelajaran ini dilakukan dengan menggunakan imajinasinya sendiri walaupun ditemani oleh orang tua atau dilakukan bersama teman sebayanya.

Permainan pasif ini biasanya sangat mengandalkan indra penglihatan dan juga indra pendengaran.  Anak akan mendapatkan pembelajaran dari kegiatan dari tokoh lain yang bisa dikembangkan dalam pemikirannya. Contoh permainan pasif adalah:

  1. Membaca

Jenis permainan ini biasa dilakukan oleh anak-anak pra sekolah atau yang sudah sekolah dan sudah bisa membaca. Dengan membaca maka anak akan menyusun imajinasinya sendiri tanpa batas. Anak dapat membayangkan apa yang terjadi dalam cerita tersebut sesuai sudut pandang mereka pada saat itu juga.

Namun, karena pemikiran anak masih sederhana biasanya buku anak disertai dengan gambar dan warna yang menarik untuk menstimulasi otak agar bisa memulai suatu imajinasinya. Cerita yang dibaca bisa berupa legenda, dongeng, komik, atau cerita apa pun yang sifatnya mudah dipahami oleh anak. Otak anak bebas berakseptasi mengenai alur cerita yang ia tangkap.

  1. Melihat

Selain membaca, belajar pasif juga bisa dilakukan dengan cara melihat. anak bisa melihat film, video, atau apa pun yang bisa mereka lihat. Anak mungkin terlihat hanya duduk manis akan tetapi otak mereka akan bekerja memahami apa yang terjadi dalam film atau video yang mereka lihat. Anak akan belajar bagaimana alur, tokoh, latar, dan lain sebagainya.

Banyak film anak yang bisa menjadikan suatu pembelajaran bagi mereka namun ada juga yang memberikan suatu stimulasi imajinasi liar mereka seperti film-film yang bergenre petualangan dan juga fantasi. Anak akan belajar beberapa hal dari melihat tayangan film atau video dari mulai cara bersikap, bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara mengontrol emosi, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Harga Perosotan Surabaya

  1. Mendengarkan

Anak juga tidak hanya dapat belajar dari apa yang mereka baca atau lihat namun juga dapat belajar dari apa yang mereka dengarkan. Dari telinga mereka, akan diproses oleh otak menjadi suatu imajinasi yang mereka ciptakan sendiri dalam otak walaupun tidak melihat bagaimana yang sebenarnya terjadi pada apa yang ia dengarkan.

Anda bisa mendengarkan anak sebuah dogeng, lagu-lagu anak, suara hewan, dan berbagai audio yang lainnya. Anak bisa belajar banyak dari mendengar, anak bisa mengambil suatu pelajaran hidup, menghafal lirik lagu, membentuk suatu jalan pikiran yang out of the box, dan lain sebagainya.

Mendapatkan Mainan Edukasi untuk Meningkatkan Perkembangan Anak

Untuk mendapatkan mainan edukasi yang dapat meningkatkan perkembangan dan juga pertumbuhan anak bisa dilakukan sendiri atau membeli langsung. Mainan edukasi ini dibutuhkan karena untuk mendukung pembelajaran agar anak lebih mudah memahami dengan baik dan menyenangkan. Anda bisa mendapatkan permainan dengan cara seperti berikut  ini:

  1. Membuat Sendiri

Yang pertama adalah dengan cara membuat mainan edukasi sendiri. Anda bisa membuatnya menjadi barang jadi lalu dimainkan oleh anak atau bisa juga membuat dengan melibatkan anak itu sendiri. Anda bisa membuat berbagai jenis mainan edukasi dengan bahan barang-barang bekas atau barang yang mudah didapatkan seperti kardus, resleting, kain flanel, dan lain sebagainya.

Dengan membuat sendiri, anak juga akan banyak belajar untuk tetap memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya dan tidak mudah menyepelekan apa pun yang mereka lihat. Rasa ini dapat muncul karena anggapan untuk membuat produk jadi, anak harus bersusah payah untuk bisa membuatnya sehingga perasaan lebih menghargai otomatis akan muncul .

  1. Membeli

Yang berikutnya, Anda bisa beli mainan edukasi anak-anak. Banyak sekali penjual mainan anak yang ada di sekitar kita. Kini mainan ini banyak dijual baik di toko biasa atau juga dijual secara online. Banyak pilihan yang bisa Anda dapatkan untuk memberikan edukasi pada anak Anda bahkan sudah disesuaikan dengan usia anak.

Kelebihan membeli mainan adalah tersedianya berbagai pilihan yang bahkan sudah memenuhi standar usia anak sehingga lebih tepat sasaran. Cara ini sangat cocok untuk Anda yang kurang memiliki waktu luang untuk membuat mainan sendiri dan juga bagi orang tua yang tidak berkompeten dalam bidang pembuatan mainan. Cara beli mainan edukasi anak ini tidak salah memang keadaan orang berbeda-beda saja.

  1. Diserahkan Pada Lembaga yang Lebih Berkompeten

Terkadang ada beberapa keadaan yang menyebabkan orang tua tidak bisa memberikan pendidikan yang layak bagi anak di rumah seperti kesibukan bekerja, adanya penyakit yang menghambat aktivitas, dan lainnya membuat orang tua merasa tidak mampu memberikan pendidikan sendiri. Dengan keadaan ini, Anda bisa menggunakan lembaga yang berkompeten dalam bidang pendidikan.

Memang memberikan pendidikan pada anak sanga sulit maka tidak ada salahnya untuk menitipkan anak pada lembaga pendidikan yang resmi dan berisi tenaga pendidik yang berkompeten dalam pendidikan dan juga teknik mengajar anak. Di sana pilihan permainan sebagai media belajar juga lengkap bahkan juga tersedia banyak teman untuk menstimulasi sosial dan emosi.

Kesimpulan dan Penutup

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa bermain tidak selamanya memiliki arti yang buruk akan tetapi malah memberikan dampak yang sangat baik apalagi bagi anak-anak yang masih belum banyak hal yang belum mereka tahu. Bermain tidak hanya untuk kesenangan akan tetapi sangat bermanfaat untuk perkembangan mereka sehingga penting untuk dipertimbangkan bagi kedua orang tua. Dengan bermain pula, anak menjadi lebih mudah memahami apa yang ada di dunia. Bermain menggunakan mainan edukasi membuat pembelajaran mereka menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami oleh mereka. Sebagai orang tua, juga harus selalu belajar bagaimana cara membuat permainan yang menyenangkan bagi anak-anak akan tetapi tetap mengedukasi mereka.Semoga pembahasan di atas dapat bermanfaat bagi Anda semua yang kini menjadi orang tua. Jangan pernah menyepelekan hal kecil sebab hal kecil yang memiliki makna yang baik akan membuat Anak menjadi cerdas. Semoga anak-anak kita nanti menjadi insan yang berguna dan bermanfaat bagi semua orang, dan semoga artikel di atas dapat bermanfaat!

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bagikan ke

Mainan Edukasi Bisa Meningkatkan Kreativitas Anak

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Mainan Edukasi Bisa Meningkatkan Kreativitas Anak

Sidebar

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Icha
● online
Icha
● online
Halo, perkenalkan saya Icha
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja